Eskalator Pasar Tumenggungan Kebumen Rusak, Pedagang Lantai 2 Keluhkan Sepinya Pembeli

KEBUMEN – Para pedagang pasar tradisional Tumenggungan Kebumen dilanti 2 keluhkan sepinya pembeli dan bahkan tak jarang sebagian mereka memilih untuk menutup lapak dagangannya. Hal ini disebabkan eskalator menuju lantai 2 tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat pembeli enggan naik.

 

Seperti diutarakan salah satu pedagang baju di Pasar Tumenggungan, Agus Nurdiyansah, Sabtu 6 Maret 2021. Menurutnya, sepinya Pasar Tumenggungan khususnya di lantai 2 dikarnakan kurangnya ketersedian akses menuju ke atas. Belum lagi pintu masuk utama justru malah dipenuhi lapak pedagang lain sehingga jalur masuk menjadi sempit. Untuk itu, dirinya berharap pemerintah bisa memperbaiki akses menuju lantai 2 dan menata ulang pasar agar penjualan bisa kembali normal.

 

‘’ Kami berharap pemerintah bisa segera menata kembali pasar ini, dan toloh tangga jalan itu kan tidak berfungsi kami minta ya segera ada perbaikan lah, suapaya pembeli mudah naik ke lantai 2,’’ujar pedagang baju yang sudah 20 tahun di pasar Tumenggungan Kebumen itu.

 

Ditembahkan Agus, sejak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seragam sekolah yang biasanya laris manis di awal tahun ajaran baru, kini hampir sama sekali tidak ada pembeli. Kondisi ini diakui Agus baru dialami sekarang selama 20 tahun berjualan. Disisi lain ia juga harus memikirkan biaya sewa lapak yang setiap tahunnya harus dibayarkan.

 

” Seragam sekolah sama sekali nggak ada pembeli, macet total karna nggak ada anak sekolah,” keluhnya.

 

Hal senada juga dikatakan Eva yang berjualan pakaian gamis dan seragam sekolah, ia mengaku pembeli di Pasar Tumenggungan utamanya lantai 2 sangat sepi. Berbeda sebelum adanya covid 19, walaupun sepi akan tetapi dagangannya masih bisa laku terjual.

 

Kondisi ini tentu membuat para pedagang harus memutar otak agar bisa tetap membayar uang sewa lapak mereka dengan besaran Rp 1,5 juta pertahunnya. Selain hanya bisa pasrah, dirinya kini hanya memamfaatkan dengan mengisis barang yang menjadi kebutuhan sehari hari, meskipun hasilnya tidak seberapa.

 

” Dulu walaupun sepi satu dua potong masih laku terjual, kalo sekarang kadang sehari saja tidak laku,bisa buat makan juga sudah syukur, apa lagi bayar sewa, saya nggak tahulah nanti kedepan seperti apa. yang jelas sekrang yang masih sedikit laku barang barang daleman (Pakean Dalam –red) untuk kebutuhan sahari hari,,” pungkasnya

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *