Resmi Dilaunching, Koperasi GSPI Kebumen Siap Dukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

ALIAN  – Ketua Koperasi Generasi Sosial Peduli Indonienia (GSPI) Pusat Jakarta, Ramlan, secara resmi melaunching Kantor Koperasi GSPI Unit Kebumen, yang berolkasi di Desa Sawangan, RT 01 RW 06, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Launching ditandai dengan pemotongan tumpeng dan sekaligus pengukuhan para Pengurus Koperasi.

 

Kegiatan diikuti oleh 30 perwakilan Cabang dan Unit Koperasi GSPI, baik melalui tatap muka maupun secara virtual, Sabtu, 20 Februari 2021, malam. Acara juga dilakukan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan covid 19.

 

Hadir secara virtual Kementerian Koperasi dan UMKM RI, yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian, Bagus rachman, SE. MEC. Pengawas Koperasi Pusat GSPI, Iryawan Sukandi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kebumen Ir. Hj. Siti Kharisah, M.M., Pemerintah Desa Sawangan serta tokoh agama setempat,

 

Pada kesempatan itu, Ramlan mengungkapkan Koperasi GSPI ini didirikan pada tanggal 9 September 2020 di Pondok Gede Jakarta, dan saat ini telah terdaftar di Kemenkop dengan akta Notaris Nomor 10, tanggal 16 Oktober 2020 dan SK Kemenkumham no. AHU 0005968.AH.01.26 tahun 2020. Koperasi GSPI ini adalah Koperasi Konsumen dengan skala Nasional dan memiliki kepengurusan dibeberapa provinsi di Indonesia diantaranya Jawa Tengah, lampung, Jambi, Sulawesi Selatan.

 

Adapun tujuan Koperasi ini yaitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama dalam ketahan pangan keluarga sesuai dengan program pemerintah, khususnya ditengah pandemi covid 19 seperti sekarang ini. Dengan harapan bisa bersinergi dengan pemerintah dan ekonomi masyarakat bisa segera pulih.

 

‘’ Kita berharap Adanya Koperasi GSPI ini bisa terwujud sinergitas, baik dengan pemerintah maupun masyarakat sehingga pemulihan ekonomi di masa pandemi bisa segera teratasi,’’ujar Ketua Koperasi GSPI Pusat itu.

 

Disisi lain, Ramlan juga mengatakan bahwa dibentuknya Koperasi ini, berawal dari rasa keprihatinannya melihat banyknya ketimpangan ketimpangan ekonomi khususnya masyarakat bawah di Indonesia. Dimana perdagangan bebas saat ini begitu pesat, namun hanya dikuasai oleh para kaum Kapitalis.

 

‘’ Ini yang menjadi keprihatinan kita, perdagangan bebas sekarang begitu kuat, kenapa hanya kaum kapitalis saja yang menguasai. Untuk itu, mari melalui Koperasi kita bersama sama membangun ekonomi agar kesejahteraan meningkat,’’imbuh Ramlan.

 

Ketua Koperasi GSPI Unit Kebumen, Harsono, mengatakan tingkat kemiskinan di kebumen hingg saat ini masih cukup tinggi. Untuk itu program kerja dalam waktu dekat ini dirinya akan merekrut anggota Koperasi GSPI sebanyak banyaknya dari warga setempat. Dengan harapan Koperasi bisa menjadi wadah ekonomi masyarakat, baik dalam bertransaksi, berbisnis dan berwirausaha.

 

‘’ Angka kemiskinan di Kebumen masih cukup tinggi. Melalui Koperasi GSPI ini saya berharap bisa menjadi wadah ekonomi masyarakat, terutama dengan memamfaatkan potensi yang ada disekitar kita. Salah satunya pertanian. Dengan begitu ekonomi bisa meningkat,’’ungkapnya.

 

Lebih jauh dijelaskan, untuk kepengurusan Koperasi GSPI Unit Kebumen sementara ada 6 orang, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan wakil wakil. Sedangkan devisi dan bidang bidang lainya akan menyusul.

 

Sementara itu, Kepala Disnaker dan UMKM Kebumen Siti Kharisah dalam sambutanya mengucapkan selamat atas berdirinya Koperasi GSPI ini. Pihaknya berharap Koperasi ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan keluarga terutama di masa pandemi Covid 19 ini.

 

Kharisah menjelaskan, hingg saat ini, di Kebumen ada sekitar 550 koperasi, namun yang aktiv hanya 388 Koperasi. Untuk itu dirinya berharap Koperasi GSPI ini bisa menambah kiprah mendukung pemulihan ekonomi dan memberikan mamfaat serta mensejahterakan masyarakat. Khusunya bagi para petani diharapkan bisa terbantu melalui koperasi,

 

Menurutnya, Koperasi dapat membawa kesejahteraan anggota dan masyarakat agar semakin mencintai produk lokal dan terwujud rasa saling menolong serta membantu sesama. Meski begitu, koperasi memiliki beberapa tantangan di masa pandemi covid 19 ini. Salah satunya rendahnya tingkat partisipasi anggota dalam pengembangan kegiatan usaha koperasi. Selain itu sumber daya manusia akses pasar maupun penggunaan teknologi tepat guna dan akses pembiayaan tata kelola kelembagaan.

 

Untuk itu, Kharisah melihat perlu adanya strategi agar koperasi tetap eksis dari sisi branding koperasi sebagai soko guru perekonomian. Misalnya dengan pemberitaan yang positif tentang koperasi yang memiliki track record yang baik dan dilakukan secara professional, modern, akuntabel dan transparan.

 

Selain itu, digitalisasi koperasi menggunakan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat efisiensi pelayanan juga penting agar produktivitas kegiatan usaha koperasi menjadi lebih efisien dan efektif. Hal ini dirasa perlu untuk menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan minat masyarakat.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *