Bukan Hanya Batasan Usia, Ada Kriteria lain yang Tidak Boleh Divaksin

KEBUMEN – Program vaksinasi covid-19 di Indonesia telah dimulai. Kabupaten Kebumen sendiri juga terus membenahi persiapan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama untuk para tenaga medis. Namun demikian, terdapat sejumlah kriteria yang tidak diperbolehkan menerima vaksin selain faktor rentan usia.

 

Hal tersebut mendasari Ketetapan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementrian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan covid. 19. Dalam ketetapan tersebut, ada 16 golongan orang yang tidak boleh divaksin diantaranya pernah terkonfirmasi menderita covid-19, ibu hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir.

 

Kemudian, anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, konfirmasi, sedang dalam perawatan karena penyakit covid-19, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya, sdang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, menderita penyakit jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner.

 

Kemudian, menderita penyakit Autoimun Sistemik seperti SLE, Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan lainnya, menderita penyakit ginjal, Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis, saluran pencernaan kronis, Hipertiroid, kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi. Juga penyakit diabetes melitus, penderita HIV, dan memiliki riawayat penyakit paru seperti asma, PPOK, dan TBC.

 

Kepala Dinas Kebumen Dwi Budi Satrio mengungkapkan, kriteria yang tidak boleh mendapatkan vaksin sudah diatur dari Kementerian Kesehatan. Salah satunya yang pernah terkonfirmasi positif covid-19, terdiagnosis atau suspek atau probable itu sebaiknya tidak divaksin.

 

“Karena masih ada imunitas/ antibodi bawaan yang terbentuk akibat terpicu oleh virus saat sakit,” katanya, Jumat 15 Januari 2021.

 

Mengenai ibu hamil, Budi menegaskan pertimbangan faktor keamanannya. Sedangkan anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) masih menunggu hasil penelitian. Untuk penyakit HIV, diabetes, reumatik dengan pengobatan steroid juga tidak diperbolehkan vaksin.

 

“Karena penyakit itu kekebalan tubuhnya tidak berfungsi, apabila diberi perangsang anti bodi tidak akan terbentuk,” imbuhnya.

 

Sebagai bentuk antisipasi, pada saat proses pendaftaran maupun screening menjadi hal penting dilakukan untuk calon penerima vaksin. Dalam screening, petugas akan bertanya seputar kondisi kesehatan maupun penyakit penyerta (komorbid). Proses screening juga dilaksanakan dua kali yakni secara online dan tatap muka sebelum vaksinasi.

 

“Kalau lolos di seleksi digital dia akan discrening lagi ketika tatap muka, insyaallah imunisasi covid ini sangat berhati-hati jangan sampai menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat tetapi dibuktikan kemarin bahwa tidak ada yang menunjukkan efek samping,” ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, Kadinkes mengajak masyarakat Kebumen untuk tidak ragu dan jangan termakan hoak terkait imunisasi covid-19. Dikarenakan imunisasi sendiri untuk mebentuk kekebalan diri sendiri atau herd imuniti dan kekebalan komunitas, sehingga apabila tidak diimunisasi maka akan menjadi tempat menumpang virus, virus itu akan mati ketika berada di tempat orang orang yang telah melakukan imunisasi.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *