Serap Aspirasi Kades di Kecamatan mirit, Wabup Arif Lirik Potensi Jambu Kristal

MIRIT – Kabupaten Kebumen meliki banyak segudang peotensi, baik wisata maupun dari segi hasil pertanian. Salah potensi Jambu Kristal di Kecamatan Mirit yang patut di apresiasi untuk dikembangkan menjadi agrobisnis.

 

Terkait hal itu, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan Mirit merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Kebumen yang banyak memiliki potensi dan kedepan perlu dikembangkan. Selain kaya akan potensi laut, Mirit juga memiliki perkebunan Jambu Kristal dan potensi lainya seperti lelang ikan.

 

Hal itu ia sampaikan saat menggelar kegiatan Sarasehan Dengan Paguyuban Kepala Desa Se-Kecamatan Mirit di Rumah Kepala Desa Kertodeso Kecamatan Mirit Kebumen, Rabu 13 Januari 2021 malam. Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dispermades P3A) Kabupaten Kebumen, Frans Haidar serta Forkopimcam Miirit.

 

Arif menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi Kepala Desa mengenai kendala apa saja yang tengah dihadapi pemerintah ditingkas desa. Salah satunya megenai Insfrastuktur yang hingga kini masih perlu adanya pembenahan.

 

‘’ Kita melihat masih banyak butuh pembenahan dari segi Infrastruktur, seperti jalan, pengairan sawah, dan lainya. ini menjadi PR pemkab kedepan,’’ucap Arif.

 

Disisi lain Wabup juga melihat Mirit kedepan bakal maju berkembang pesat. Terlebih jika nanti sudah dibangun Tugu batas kota Kebumen di desa wiromartan, ditambah jarak dengan bandara internasional juga cukup dekat. Hanya sekitar 30 menit.

 

Menurut Arif, ini harus ditangkap menjadi peluang jika disingkronkan dengan potensi yang ada. Terutama agrobisnis jambu Kristal. Untuk mendukung itu, Arif berencana akan menjadikan salah satu projek program kumpul bakul kedepanya.

 

‘’ Di Wiromartan ini nantinya ada Tugu Batas Kota yang tentunya akan menjadi Icon Kebumen, belum lagi nanti juga shelter atau rest area dan perkantoran. Jika dimamfaatkan untuk jualan pasti akan maju, pemasaran bisa langsung maupun menggunakan internet,’’kata Wabup.

 

Lebih jauh Arif menilai, kinerja pemerintah di Kecamatan Mirit sudah cukup baik dan transparan. Hanya saja perlu adanya dukungan dari pemkab untuk mengatasi segala permasalahan yang masih belum menemukan titik temu yang tepat. Seperti pada sektor pertanian, dimana Kebumen yang mayoritasnya adalah petani, namun di Kecamatan Mirit hasil pertanian hanya 1 kali panen dalam setahun dikarnakan terkendala masalah pengairan.

 

‘’ Kebumen mayoritas berpenghasilan petani, tapi saya melihat Mirit hanya satu kali panen salam setahun, tentu kami sangat prihatin dan kedepan harus ada penanganan agar petani bisa menggarap sawahnya secara maksimal,’’terang Arif.

 

Belum lagi, Arif menyebut kondisi jalan yang belum memadahi karan banyak rusak dimana mana. Hal ini menjadi keprihatian sendiri bagi pemerintah dan kedepan butuh penanganan bersama agar para petani bisa lebih produktif dan memperoleh hasil secara maksimal.

 

Selain menanggapi permsalahan Insfrastuktur, pada kesempatan itu, Wabup Arif juga menjelaskan tentang undang undang pologoro, yang mana pemerintah desa saat ini tidak diperbolehkan memungut atau mengadakannya. Terkait hal itu secara aturan dan perundang udangan menurut Arif sudah Final dan harus dipatuhi bersama.

 

‘’ Tadi banyak Kepala Desa menyakan soal boleh tidak desa menberlakukan Pologoro. Hal ini perlu saya jelaskan bahwa Pologoro sudah ada undang undangnya yang mengatur dan pemerintah tidak diperbolehkan memungutnya. Jadi mari kita bersama sama mengikutinya untuk kemajuan Kebumen bersama,’’ungkap Wabup.

 

Hal lain juga disampaikan beberapa Kepala Desa terkait adanya isu akan dicabutnya tanah bengkok yang diperuntukan bagi Kepala Desa maupun perangkat. Disitu Arif mengegaskan Tanah bengkok tidak akan dihapus. Hanya saja harus dirawat dan dimamfaatkan sesuai aturan yang ada. Berbeda hal nya dengan tanah kas desa dimana itu diperuntukan untuk pemasukan desa.

 

‘’ Misalakn lahan sawah ya harus garap sesuai tanaman yang tepat apa, jangan kemudian dibangun kolam atau tempat wisata. Tentu ini tidak boleh,’’imbuhnya.

 

Terakhir Arif meminta kepada seluruh Kepala Desa, kedepan bisa bersama sama mendukung program pemerintah dan jika ada suatu permasalahan bisa segera dimusyawarahkan agar dapat tertangani dengan baik.

 

Sementara itu, Camat Mirit Ir. Kotib mengatakan, pemasaran Jambu Kristal di desa Wergonayan sejauh ini sudah cukup baik. Bahkan pemasaran saat ini sudah sampai ibukota hingga luat daerah lainya. dirinya menyebut dari 20 hektar pertanian jambu Kristal rata rata bisa menhasilkan 25 ton perbulan. Sedangkan untuk harga sendiri yakni Rp 8000 per Kilogramnya.

 

‘’ Alhamdulilah rata rata dalam perbatang bisa mengahasilkan 5 kilo dalam perbulan. Hitung saja jika dikalikan 250 batang dalam se hektar tentu cukup banyak,’’ungkapnya.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *