Pemakaman Dua Jenazah Warga Krakal Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali Diringi Isak Tangis Keluarga

KEBUMEN  – Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi jalanya pemakaman dua jenazah korban kecelakaan Mikrobus di Tol Cipali KM 107.800, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kedua korban Erviana Agustin (22) warga Dukuh Sabrang Wetan RT 03/008 Desa Krakal dan Indra Wiyana (36) warga RT 004/008 Desa Krakal, Kecamatan Alian dimakamkan di Pemakaman umum desa setempat.

 

Pemamakaman dilakukan Selasa 12 Januari 2021 sekira pukul 10 : 00 wib. Pihak keluarga dan para tetangga turut mengantarkan jenazah hingga sampai ke tempat peristirahatan terkahir kedua almarhum.

 

Slamet Riyadi selaku Paman Korban Erviana Agustin mengatakan, Jenazah tiba di rumah duka sekira pukul 23 : 30 wib Senin 11 Januari 2021 malam. Jenazah diantar dengan menggunakan mobil ambulan dari Rumah Sakit Purwakarta. Karna situasi hujan deras, jenazah dimakamkan siang hari.

 

‘’ Tadi malam sekitar setengah dua belas jenazah tiba diantar menggunakan ambulan, Karna musim hujan pemakaman kita laksanakan siang hari,’’terangnya.

 

Lebih jauh ia mengungkapkan kesesdihanya atas meninggalnya keponakannya tersebut. Sebelumnya ia sempat tidak percaya jika anak dari saudara kandungnya itu pergi untuk selama lamanya di usia yang masih sangat muda. Bahkan dirinya juga tidak ada firasat apapun sebelum meninggalnya korban.

 

‘’ Awalnya saya tetap masih nggak percaya, karna sebelum berangkat keponakan saya itu tanpak ceria dan pamit katanya mau cari kerja ke Jakarta. Tapi apa daya takdir berkata lain, ia harus pergi diusia yang masih sangat muda,’’imbuhnya.

 

Sementara itu, salah seorang korban selamat, Supriyatno (39) sekaligus suami dari korban Indra Wiyana mengatakan tak kuasa menahan sedih ketika jenazah sang istri dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Bahkan, ia pun tak sanggup mengikuti prosesi pemakaman hingga akhir.

 

Ditengah suasana duka itu ia pun menceritakan kejadian nahas yang menimpa dirinya bersama istri. Saat mobil travel yang mereka tumpangi terbalik, Supriyatno dan istri sedang tidur terlelap duduk di bangku nomer dua dari belakang. Namaun seketika ia terkejut karena saat bangun tiba-tiba mobil sudah terbalik.

 

“Saya duduk sama istri di bangku nomer dua dari belakang, istri saya di sebelah kanan saya. Pas kejadian saya sedang tidur, nggak tahu karena apa tiba-tiba mobil sudah terbalik,”ceritanya.

 

Supriyatno juga menuturkan saat itu ia bersama istri hendak ke Jakarta untuk bekerja. Ia bekerja di sebuah proyek sedangkan istrinya sebagai pengasuh bayi (babysitter). Namun nahas, di tengah perjalanan mobil travel yang ia tumpangi mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawa istri dan tiga penumpang lainnya.

 

Meski tetap berusaha iklan dan tabah, namun dirinya juga menyayangkan dengan pelayanan Travel karna dinilai kurang professional. Hal itu ia rasakan sendiri saat di tengah perjalanan ia bersama penumpang lainya dioper ke travel yang lain.

 

‘’ Saya berharap travel jangan seenaknya oper-oper penumpang dan sopir yang mengemudikan hendaknya yang betul-betul profesional,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali kilometer 107, Senin 11 Januari 2021. Minibus dengan nopol B 7180 VDA mengalami kecelakaan tunggal dengan 4 dari 6 penumpangnya meninggal. Kesemua penumpang merupakan warga Kabupaten Kebumen.

 

Korban meninggal dunia yakni San Warsis (62) warga Dukuh Kaliurang Kulon RT 003/004 Desa Wonorejo, Karanganyar. Muji Riyanto (32) warga Dukuh Silekor RT 02/002, Desa Tlogowulung, Kecamatan Alian, Erviana Agustin (22) warga DK Sabrang Wetan RT 03/008 Desa Krakal, Kecamatan Alian, dan Insra Wiyana (36) warga DK Sabrang Wetan RT 004/008 Desa Krakal, Kecamatan Alian.

 

Sedangkan dua korban luka-luka Marsih (58) warga Dk Kaliurang Kulon RT 03/004, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar dan Sunaryo (25) warga Desa Tugu Kunir, Kecamatan Karangsambung. Sunaryo diketahui merupakan sopir minibus tersebut.

 

Adapun keempat korban tiba di Kebumen tengah malam tadi. Korban atas nama San Warsih langsung dikebumikan tadi malam, sedangkan ketiga korban lainnya dimakamkan pada siang ini.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *