Dinkes dan Dishub Kebumen, Dinilai Paling Jeblok Realisasi PAD 2020

KEBUMEN  – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kebumen tahun 2020 tercapai target. Dari target setelah perubahan sebesar Rp 317,9 miliar terealisasi Rp 379,1 miliar atau 119,2 persen. Namun demikian, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mencatatkan realisasi yang jauh dari target.

 

Berdasarkan rekap data Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kebumen per 28 Desember, OPD dengan realisasi terendah yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan. Dinkes mencatatkan realisasi pendapatan retribusi 50,4 persen atau Rp 322,9 juta dari target Rp 660 juta. Meskipun untuk pos pendapatan lain di bawah Dinkes seperti RSUD dan Puskesmas mencatatkan realisasi yang baik bahkan sebagian melampaui target.

 

Sedangkan Dishub, realisasi pendapatan Rp 1,29 miliar atau 56,8 persen dari target Rp 2,28 miliar. Ini tidak terlepas jebloknya pendapatan parkir tepi jalan umum yang hanya Rp 438,7 juta dari target Rp 1,25 miliar. Sedangkan Disporawisata Kebumen, realisasi pendapatan 78,2 persen atau Rp 3,27 miliar dari target Rp 4,17 miliar. Namun target tersebut bila dibandingkan realisasi tahun 2019 mengalami penurunan drastis dari Rp 8,63 miliar.

 

Sekretaris Bappenda Kebumen Wahyu Dwi Siswanti, mengatakan hasil pencapaian PAD 2020 baik ditengah pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Dirinya pun mengharapkan tahun 2021 dapat meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi di masing-masing OPD. Ia juga mengajak komitmen OPD lain dalam mencapai realisasi retribusi sesuai target yang ditentukan.

 

Tahun 2020, pendapatan pajak yang dikelola Bappenda melampaui target Rp 89,6 miliar terealisasi Rp 100,3 miliar, katanya, Rabu 6 Januari 2021.

 

Terkait tahun 2021, lanjut mantan Kabag Perekonomian Sekda Kebumen itu, mengharapkan OPD terus berinovasi dengan memaksimalkan potensi ataupun mencari potensi baru. Mengenai ranahnya yakni pajak, ia pun mengupayakan menggenjot sejumlah potensi baru.

 

Perpajakan akan kami maksimalkan parkir milik swasta, menyisir data potensi sarang burung lawet di gedung dan perumahan, serta merintis potensi pajak dari aset waduk, jelasnya.

 

Adanya vaksin covid-19, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan gairah ekonomi Kebumen. Dengan demikian harapannya pendapatan dapat terdongkrak. Dirinya juga akan memaksimalkan sosialisasi ke publik sehingga potensi pajak seperti rumah makan tidak perlu didata terlebih dahulu.

 

‘’Harapannya kesadaran wajib pajak juga meningkat. Obyek baru dapat mendaftar diri tanpa perlu didata terlebih dahulu,’’ tandasnya.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *