Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Pajak Kendaraan Gagal Capai Target

KEBUMEN –  Pasca libur panjang awal tahun 2021, layanan Samsat Kebumen dibanjiri wajib pajak. Kondisi tersebut tidak terlepas adanya kebijakan kendaraan yang jatuh tempo pada 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021 apabila dibayarkan 4 Januari tidak dikenakan denda. Bukan saja di Samsat, loket layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) juga mengalami antrean cukup panjang.

 

Besarnya animo masyarakat tersebut ternyata tidak sebanding dengan penerimaan pendapatan pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kebumen. Dimana target penerimaan pajak kendaraan bermotor tahun 2020 gagal tercapai karena hanya terkumpul Rp 98,4 miliar dari Rp 101,5 miliar. Kondisi serupa terjadi untuk item penerimaan lain pada sub Pajak Daerah.

 

Plt Kepala UPPD Kabupaten Kebumen Tri Eddy Utomo menyebut, realisasi penerimaan pajak daerah Rp 145,4 miliar. Terinci dari pajak kendaraan bermotor Rp 98,4 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor Rp 46,5 miliar dan pajak air permukaan Rp 527,6 juta. Padahal, dari sub penerimaan retribusi pemakaian kekayaan daerah melampaui target yaitu Rp 91,9 juta dan adanya penerimaan lain Rp 1,2 miliar.

 

“Permasalahan utama karena masa pandemi covid-19 yang berkepanjangan,” katanya, Senin 4 Januari 2021.

 

Eddy menjelaskan, bila dibandingkan tahun sebelumnya penerimaan turun drastis. Tahun 2019, penerimaan pajak daerah Rp 169,4 miliar atau 103,9 persen dari target dengan Rp 98,7 miliar diantaranya dari pajak kendaraan bermotor. Penerimaan lain dari denda PKB dan BBN.KB juga lebih tinggi yaitu Rp 3,3 miliar.

 

“Tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kebumen Rp 3-4 miliar dengan ribuan obyek kendaraan. Ini didominasi oleh kendaraan roda dua,” imbuhnya.

 

Dalam upaya mendongkrak penerimaan, lanjut Eddy, pihaknya sudah mengupayakan lebih. Seperti mendekatkan layanan ke masyarakat dengan Samsat Keliling maupun pelayanan di loket MPP. Ke depan, dirinya juga akan melakukan gebrakan dengan program door to door maupun perusahaan untuk menjemput bola pembayaran pajak kendaraan bermotor.

 

“Himbauan kepada masyarakat, khususnya pemilik kendaraan bermotor yang masih menunggak untuk segera membayar pajak. Karena pajak ini sangat penting untuk pembangunan khususnya di Jawa Tengah,” tandasnya.

 

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *