Curug Plumbon, Syurga Tersembunyi di Pelosok Desa

KARANGSAMBUNG – Sebuah tempat wisata baru di Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung Kebumen bernama Curug Plumbon atau dikenal warga masyarakat sekitar dengan Curug Cigalur layak untuk dikunjungi. Meski tempatnya masih tersembunyi yaitu dibalik rindangnya hutan jati dan pohon kelapa, namun Curug tersebut memiliki keindahan yang tiada duanya dibandingkan dengan wisata alam lainya.

 

Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dan sangat cocok untuk dikunjungi khususnya mengisi kegiatan liburan akhir tahun seperti sekarang ini.

 

Adapun untuk lokasinya sendiri tidaklah terlalu jauh dari jalan raya Plumbon. Persisnya di depan SMP Negeri 1 Plumbon dan hanya berjarak sekitar 300 meter.  Meski begitu, wisata ini belum dikelola dengan baik sehingga belum ada retribusi tiket masuk atau gratis.

 

Untuk itu, bagi pengunjung yang ingin datang ke curug tersebut, maka harus berjalan melalui jalan setapak dan berbatu. Kemduain pengunjung harus melewati anak sungai. Kendati begitu semua lelah akan terbayarkan ketika sampai di Curug  Plumbon atau Cigalur tersebut. Tak khayal, jika momen libur curug ini sering dikunjungi warga.

 

Seperti pada Minggu 27 Desember 2020. Banyak pengunjung yang sengaja memamfaatkan waktu liburnya untuk datang menikmati keindahan curug yang masih alami dan sekaligus ingin merasakan sensasi segarnya air curug plumbon ini.

 

Selain Penduduk desa Plumbon sangat ramah tamah, curug ini juga masih alami dan memiliki dua tingkatan dengan total ketinggian sekira 15 meter. Meski tak terlalu tinggi, namun Curug ini memiliki formasi air terjun yang indah. Air yang jernih dan segar tersebut mengucur deras diatas batuan sedimen yang nampak bertumpuk-tumpuk.

 

Curug yang berada di aliran Sungai Grigak sangat unik karena dasar sungai bukan tanah melainkan beralaskan batu dan memiliki formasi batuan yang juga unik. Diantara jeda undakan curug terbentuk sebuah kolam dengan warna kehijauan yang luas dan dalam sehingga nyaman digunakan untuk berenang. Suasana alami masih sangat terasa dan Kebun-kebun warga mengapit curug ini dengan pohon-pohon yang hijau dan rindang sehingga udara yang dihirup terasa segar dan leluasa.

 

Kepala Desa Setempat Agus Wiyono mengatakan dengan banyaknya pengunjung yang secara antusias datang ke Curug Plumbon, kedepan Pemerintah Desa akan berencana mengembangkan Potensi Wisata Curug Plumbon tersebut. Salah satunya dengan memberi tanda arah jalan ke wisata dan melalakukan pembenahan akses jalan menuju Curug agar mudah dilewati.

 

‘’ Kedepan kami berencana akan mengembakannya, tentunya dengan persiapan yang matang, agar para wisatawan bisa betah berlama lama berwisata di Curug ini. Sebagai langkah awal di depan akan kita beri penunjuk jalan, agar wisatawan tahu, bahwa di Desa Plumbon, ada Curug yang cukup menarik,’’ujar Agus.

 

Selain itu, kedepan Pemerintah Desa juga akan membentuk Pokdarwis, atau Kelompok Sadar Wisata, agar potensi wisata yang ada bisa terus dikembangkan dan dikelola dengan baik. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

 

‘’ Kita berharap Curug ini bisa dikembangkan menjadi wisata sehingga desa Plumbon bisa semakin dikenal dan perekonomian masyarakat dapat meingkat,’’imbuh Kades.

 

Sementara itu Amalia Wisatawan Lokal dari Pejagoan Kebumen mengaku mengetahui obyek wisata Curug Plumbon ini dari teman temannya yang pernah berkunjung curug tersebut. Menurutnya curug ini sangat indah dan masih alami. Belum lagi udara yang masih sejuk dan segar. Ditambah banyaknya spot spot Selfi dengan background alam.

 

” Saya baru pertama kalinya kesini, dan tempatnya cukup bagus, udaranya juga segar serta airnya juga jernih,’’ucapnya.

 

Hal senada juga disampaikan Bela pengunjung asal desa Kalibagor. Dirinya mengaku datang jauh jauh Curug tersebut untuk mencari obyek wisata yang masih asri dan alami. Menurutnya tempat ini sangat cocok untuk berlibur. Terlebih tempatnya bersih dan udaranya masih cukup segar.

 

” Awalnya tahu tempat ini dari media sosial, dan benar ternyata tempatnya asri dan alami, udaranya segar dan tempatnya juga cukup bersih. Hanya saja akses jalan yang masih sulit dan ini mungkin menjadi PR bagi pengelola kedepan,’’katanya.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *