Jelang Natal 2020, Waka Polres Majalengka Pimpin Sterilisasi Gereja

MAJALENGKA – Gereja dan tempat ibadah di Kabupaten Majalengka akan dijaga oleh Kepolisian Resort (Polres) Majalengka saat perayaan Natal dan disterilisasi oleh Tim Sat Sabhara Polres Majalengka guna memastikan keamanan saat beribadah nanti.

Sterilisasi di Gereja Kristen Pasundan Jemaat Bethesda Jalan Kesatuan Kecamatan Dawuan dipimpin langsung oleh Waka Polres KOMPOL Sumari didampingi Kasat Sabhara AKP Erik Riskanda, Kasat Intelkam AKP Dadan Sudirman, Kapolsek Dawuan AKP Budi beserta Anggota Koramil Kecamatan Dawuan.

Waka Polres Majalengka KOMPOL Sumari menyampaikan bahwa sterilisasi gereja dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian terpusat Lilin Lodaya tahun 2020 di wilayah hukum Polres Majalengka.

Untuk pengamanan menjelang ibadah setiap pengunjung atau jemaat yang masuk akan diperiksa dari pihak gereja didampingi dari pihak kepolisian.

“Hari ini kita laksanakan sterilisasi gereja untuk memastikan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif menjelang ibadah perayaan Natal nanti. Untuk pengunjung atau jemaat juga dilakukan pemeriksaan dari pihak gereja dan didampingi dari pihak Kepolisian, karena yang mengetahui jemaatnya adalah pihak gereja,” ucap Waka Polres Majalengka KOMPOL Sumari.

Sat Sabhara Polres Majalengka melaksanakan sterilisasi di dalam gereja, samping kanan-kiri gereja serta halaman tempat parkir kendaraan, dengan menggunakan alat pendeteksi logam digunakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya baik di dalam gereja atau di luar gereja.

Masih menurut Waka Polres KOMPOL Sumari menjelaskan bahwa masih dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, bagi pengunjung atau jemaat gereja wajib mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan jangan berkerumun saat beribadah nanti. Sebelum masuk, suhu para pengunjung atau jemaat diukur dengan thermo gun.

“Protokol kesehatan wajib dilaksanakan saat menjalankan ibadah nanti. Sudah kita sampaikan kepada pengurus gereja untuk menghimbau jemaatnya untuk mematuhi protokol kesehatan yakni 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Disamping itu, untuk membatasi kapasitas di dalam gereja dan waktu menjalankan ibadah untuk diperpendek sehingga jangan sampai ada kluster baru nantinya,” tandas Waka Polres.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *