Polemik Rencana Perumahan ASN, Kades Sidomoro Sebut Pemkab Belum Ada Sosialisasi ke Masyarakat

KEBUMEN–Rencana pembangunan perumahan Sidomoro Permai di Desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren menuai polemik. Tak sedikit masyarakat yang menolak jika lahan persawahan mereka dijadikan perumahan yang diperuntukkan untuk para ASN. Terlebih belum adanya sosialisasi ke masyarakat sebelum soft launching.

 

Sebelumnya, soft launching Perumahan yang diprakarsai KPRI Sumber Agung, Bank Jateng Cabang Kebumen dan PT Gunung Sari Cekatan itu dihadiri Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz, Sekda Ahmad Ujang Sugiono dan Asisten Sekda Nugroho Tri Waluyo baru-baru ini.

 

Dari hasil pantuan di lokasi, Kamis 17 Desember 2020, terpampang spanduk menggunakan kantong bernada penolakan terhadap rencana pembangunan perumahan tersebut. Selain itu aspirasi yang dituangkan seperti kalimat Jangan Ambil Sumber Penghasilan Kami, Petani Be Your Own Hero dan lain sebagainya.

 

Kepala Desa Sidomoro Akhmad Supriyono mengatakan timbulnya polemik di tengah masyarakat dikarnakan belum adanya sosialisasi ke Masyarakat. Menurutnya hal ini sangat wajar dan tentunya pemerintah harus bersikap adil kepada masyarakat. Apalagi lahan yang akan terdampak tidaklah sedikit, melainkan sekitar 7 hektar tepatnya berada di Dukuh Aren, yang berdekatan dengan rencana pembuatan pintu Exit Tol.

 

Diakuinya, sebelumnya memang ada dari Pemerintah Daerah melalui Bapenda, BPN dan Bapeda datang mengecek lokasi tanah yang akan dibangun perumahan ASN tersebut. Kemudian Pemkab meminta data kepemilikan lahan baik yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik maupun yang belum memiliki SHM serta luasan tanah di daerah tersebut.

 

” Sebelumnya kami dari pemerintah desa memang kedatangan dari Bapenda, Kepala BPN, kemudian Bapeda datang ke desa mau cek lokasi tanah, dan meminta data pemilik dan luasan serta SHM dan belum SHM pada waktu itu,” jelas Supriyono.

 

Lebih lanjut Supriyono menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa sedikitnya ada 120 pemilik lahan dilokasi yang rencananya akan dibangun 500 unit rumah tersebut. Dari jumlah tersebut hampir 90 persen milik warga Desa Sidomoro dan sisanya warga desa lain.

 

” Pemilik lahan tidak hanya dari desa Sidomoro Dukuh Aren tapi ada yang dari luar desa seperti Tambakrejo, Murtirejo, kemudian Sangubanyu, warga dari desa tersebut juga ada yang memiliki lahan disitu,” imbuh Supriyono.

 

Selain itu, Supriyono juga mengungkapkan pada saat soft launching hingga kini juga belum ada sama sekali penentuan harga tanah yang akan diterima oleh masyarakat. Untuk itu rencana pembanguan perumahan tersebut dinilai belum fix, dan belum ada kejelasan hingga saat ini.

 

” Kami dari pemdes itu hanya sebatas sosialisasi jadi belum menyebutkan angka berapa itu belum, karena kami juga belum tahu dari pihak pengembang, dan kita belum tahu berapa permeternya, dan kami serahkan semuanya kepeda masyarakat yang memiliki lahan” ujar Supriyono.

 

Kades berharap jika ada kesepakatan masyarakat dan perumahan ASN bisa terwujud biusa menguntungkan masyarakat. Salah satunya meningkatkan perkonomian warga masyarakat Desa Sidomoro.

 

Sementara itu, salah satu warga Desa Sidomoro Hartono mengatakan, dirinya tetap keberatan jika lahan sawah miliknya akan dibangun perumahan ASN. Menurutnya sawah sudah menjadi sumber penghasilan dan bisa diwariskan untuk anak cucu nanti.

 

‘’ Semisal tanah saya di beli satu meternya 1 juta, terus nanti anak cucu saya gimana. Sedangkan sawah ini sudah menjadi lahan sumber penghasilan saya sejak dulu,’’ujarnya.

 

Perlu kita ketahui, perumahan Griya Sidomoro Permai terletak di Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren terbatas hanya 500 unit. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 250 juta. Untuk memiliki rumah di perumahan ini juga bisa cara dikredit dengan DP 0 persen dan angsuran mulai dari Rp 2,7 juta per bulan.

 

Adapun spesifikasi unit rumah diantaranya luas bangunan 36 m2, luas tanah 72 m2. Nantinya perumahan ini dekat dengan Pintu Keluar Tol.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *