Antisipasi Covid 19 Masuk Pesantren, Kunjungan Jenguk Santri Dibatasi

KEBUMEN –  Pondok pesantren di Kabupaten Kebumen terus menggalakkan penerapan protokol kesehatan di lingkungannya. Selain dengan aktif menerapkan 3 M untuk warga lingkungan, juga adanya pembatasan kunjungan menjenguk santri. Hal tersebut dalam rangka meminimalisir penyebaran covid-19 dengan cara lokalisir lingkungan.

 

Seperti diketahui, September lalu sempat terjadi kasus terkonfirmasi positif covid-19 dari lingkungan pondok pesantren. Tidak kurang ratusan kasus dari beberapa pondok pesantren yang kini telah terbebas. Kasus ini berawal dari salah satu santri yang terjadi kontak dengan kasus terkonfirmasi positif covid-19.

 

Ketua Rabhitah Maahid al Islamiyyah (RMI) NU Kebumen Agus Fahrudin Ahmad Nawawi, pesantren di Kebumen membatasi menjenguk santri dari pihak orang tua. Bahkan beberapa pesantren juga menerapkan satu pintu di lingkungan pondok. Hal tersebut ditunjang dengan penerapan protokol kesehatan untuk warga lingkungan ponpes.

 

“Setiap santri dan warga pondok diwajibkan pakai masker dan rajin mencuci tangan. Kadang kala jaga jarak ini sulit dilakukan karena lingkungan yang tidak memungkinkan,” katanya usai menyalurkan bantuan sarana olahraga dan pencegahan covid-19 ke sejumlah pondok pesantren.

 

Fahrudin menambahkan, upaya mencegah penyebaran covid-19 ke pesantren dilakukan dengan mengurangi kontak warga pesantren dengan lingkungan luar. Meskipun tidak ada larangan menjenguk namun pelaksanaannya harus patuh protokol kesehatan.

 

“Justru di ponpes ini terlokalisir, jadi lebih mudah mencegahnya yaitu membatasi kontak dengan lingkungan luar,” imbuhnya.

 

Upaya pencegahan lain juga dengan pemberian bantuan ke pondok pesantren yang pernah terpapar covid-19 seperti sarana olahraga dari BPBD Kebumen. Itu berupa raket, lapangan tenis meja, bola voli, bola sepak, bola basket, masker, thermo gun, sabun cuci tangan, hand sanitizer. Selain sebagai sarana protokol kesehatan juga untuk meningkatkan imunitas warga pondok pesantren dengan berolahraga.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *