Protes Disebut Dukung Koko, Mantan Camat di Kebumen Siap Menangkan Arif-Rista di Pilkada

KEBUMEN – Mendekati hari akhir masa kampanye, dukungan terhadap pasangan calon tunggal Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih terus bermunculan. Bahkan paslon juga mendapat dukungan dari para mantan camat dan sejumlah mantan pejabat di Pemkab Kebumen.

 

Dukungan tersebut disampaikan secara terbuka di Hotel dan Restoran Candisari Karanganyar, Jumat 4 Desember 2020. Pertemuan itu juga dihadiri oleh mantan Sekda Kebumen H Adi Pandoyo dan mantan Asisten I Sekda Hery Setyanto serta mantan Ketua DPRD Kebumen Budi Utomo dan KH Ahmad Riyanto dari Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor.

 

Pertemuan yang berlangsung non formal itu sekaligus protes disebut sebagai pendukung kotak kosong. Mereka melakukan klarifikasi terkait foto dengan kode kotak kosong yang diunggah di akun Facebook seorang mantan camat.

 

Menurut H Sumarno SSos yang menjadi tuan rumah pertemuan paguyuban mantan camat, pertemuan tersebut merupakan kegiatan rutin mantan camat yang saat itu dilaksanakan di rumah kediamannya. Saat itu, foto bersama salah satu mantan camat mengajak menunjukkan simbol kotak kosong.

 

“Ya awalnya kami mengira sekadar bentuk solidaritas saja, tetapi ternyata disebar dengan narasi yang tidak terduga,” ujar H Sumarno yang menjadi tuan rumah pertemuan.

 

Senada mantan Camat Ayah Sunarno yang hadir dalam acara itu menegaskan bahwa sebenarnya saat diminta untuk menunjukkan kode koko dia tidak bersedia. Tetapi ada seorang mantan camat yang merajuk.

 

“Akhirnya dengan terpaksa kami ikuti. Padahal dalam hati saya dengan Pak Marno tetap mendukung Pak Arif menjadi Bupati Kebumen,” ujar Sunarno.

 

Menurut Sunarno, mantan camat yang berkoar-koar mendukung kotak kosong hanya dua orang. Adapun secara mayoritas para mantan camat mendukung Arif-Rista pada Pilbup Kebumen 2020.

 

Mantan Sekda Kebumen H Adi Pandoyo menegaskan bahwa Arif-Rista menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil melalui jalur yang demokratis dan sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh KPU.

 

Termasuk saat diberikan kesempatan pasangan calon independen, ternyata tidak ada tokoh yang mendaftar. Begitu pula saat KPU Kebumen memperpanjang masa pendaftaran, pasangan calon lain juga tidak ada yang mendaftar. Sehingga realitas politik di Kebumen hanya ada satu pasangan calon peserta Pilbup Kebumen.

 

“Karena hanya satu pasangan calon saja, itu artinya mereka merupakan sosok yang terbaik menjadi pemimpin Kebumen di masa yang akan datang,” ujar Adi Pandoyo.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *