Sepi Pemasukan, Dua Pengepul Jenitri Nekat Gasak Perhiasan dan Uang 36 Juta di Rumah Tetangga

KEBUMEN –  Dua pemuda berinisial AD (34) dan DW (30) warga Desa Kemangguan Kecamatan Alian Kebumen hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mapolres Kebumen. Keduanya ditangkap lantaran diduga telah melakukan pencurian di rumah tetangganya.

 

Aksi nekatnya ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2020 sekitar pukul 21.00 WIB. Para pelaku mencuri dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis saat pemilik rumah sedang pergi Yasinan di rumah tetangga

 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press release, Jumat 27 November 2020 mengatakan bahwa pada saat melakukan aksi kejahatan, para tersangka membagi tugasnya masing-masing. Tersangka AD menunggu di luar, sedangkan DW melakukan eksekusi masuk ke dalam rumah.

 

“Mereka membagi tugas, satu berjaga diluar, satunya yang masuk mengambil barang barang milik korban,’’ jelas AKBP Rudy didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto.

 

Dari kejadian itu, tersangka berhasil menggasak sejumlah barang berharga milik korban berupa tunai sejumlah 36 juta Rupiah, 3 buah cincin emas seberat 10 gram dan satu buah anting seberat 5 gram serta satu buah handphone android merk Infinix.

 

Dari Pengakuan tersangka AD, ia nekad mencuri karena selama 6 bulan sama sekali tidak memperoleh pemasukan dari bisnisnya jual beli biji Jenitri.

 

Baik tersangka AD maupun DW keduanya adalah residivis. Tersangka AD pernah berurusan dengan hukum karena kasus pemerasan pada tahun 2018. Sedangkan untuk tersangka DW pernah terjerat hukum keluar masuk penjara sebanyak 4 kali karena beberapa kasus Pidana.

 

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

 

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *