Jalan Utama Kebumen – Banjarnegara Tertutup Longsor, BPBD Terjunkan Alat Berat

KEBUMEN – Hujan deras yang terjadi pada kemarin sore, mengakibatkan longsor dan menutup total akses jalan yang menghubungkan 2 Kabupaten yaitu Kebumen dan Banjarnegara. Pada longsor yang terjadi di sepanjang jalur tersebut ada 5 titik longsoran, yang mengharuskan BPBD untuk menurunkan alat berat.

 

Longsor terjadi tepatnya berada di desa Sampang Selasa, 17 November 2020. Dari pantauan pembersihan dilakukan oleh 100 personil, yang melibatkan BPBD, PU, Perhutani, Relawan, serta masyarakat sekitar.

 

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kebumen  Salam saat ditemui di lokasi menjelaskan longsor terjadi pada jam 04.00 pagi di 5 titik longsoran yang menutup akses jalan di 2 Kabupaten Kebumen dan Banjarnegara. Untuk pembersihan sendiri dilakukan dengan menurunkan alat berat dan dibantu oleh masyarakat sekitar yang antusias turut membantu, untuk membersihkan jalan agar tidak licin dan bisa dilewati.

 

” Memang kondisinya kalo tidak ditangani dengan alat berat itu secara manual dimungkinkan terlalu lama.  Pemda melalui BPBD dengan PU langsung mengambil tindakan evakuasi dengan alat berat, korban jiwa Alhamdulillah nihil,”

 

Sementara itu Kepala BPBD Kebumen Teguh Kristanto menyampaikan akibat hujan deras mengakibatkan beberapa daerah terjadi banjir dan tanah longsor. Sedangkan akumulasi selama musim hujan tahun ini sudah ada 78 titik banjir dan 248 titik tanah longsor, sedangkan untuk jalur Kebumen- Banjarnegara sedang dalam proses pembersihan.

 

” Bencana per hari ini untuk banjir ada 78 titik tambah hari ini belum terhitung secara detail, untuk longsor ada 248 titik per hari ini belum kita update, khusus untuk jalan Gombong Klampok ini ada 7 titik dan dalam proses pembersihan,” jelas Teguh.

 

Ditambahkan Teguh, selain longsor yang menutup akses jalan, dalam satu desa tersebut juga terjadi longsoran yang menimpa rumah warga, dan pihak BPBD masih membuka akses untuk bisa menerjunkan alat berat ke lokasi tersebut. Akan tetapi team dari BPBD dan Relawan sudah berada di lokasi untu aksesmen membuka jalan.

 

‘ Di luar jalan di desa Sampang juga ada longsor yang menimpa rumah, ini kami masih buka akses untuk bisa kesana tapi team dari kami relawan BPBD sudah ada di lokasi untuk melakukan aksesmen jadi memang luar biasa sampai per hari ini masih terus bertambah tapi mudah-mudahan tidak sampai memakan korban jiwa,” jelas Teguh..

 

Dijelaskan dalam penanganan, masih bertahap dan diutamakan untuk penyelamatan warga, untuk diungsikab di tempat yang lebih aman. Dari kejadian tersebut nantinya juga akan dikomunikasikan dengan OPD terkait guna menangani kerusakan, sedangkan untuk kerusakan rumah apabila memungkinkan dari BPBD akan diperbaiki secara bersama sama.

 

” Untuk penanganan kita bertahap yang diutamakan adalah warga atau orangnya yang kami upayakan ke tempat aman, dan untuk jalan lokasi seperti ini kami bersihkan kalo ada kerusakan kita betulkan dengan OPD terkait. Untuk yang rumah rumah bila kondisi memungkinkan kita perbaiki bersama,” ungkap Teguh.

 

Dikatakan Teguh bencana yang terjadi saat ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, dikarenakan adanya badai Lalina. Dari rilis BMKG badai Lalina puncaknya terjadi pada bulan Desember hingga Januari.

 

“Penyebab memang lokasi yang rawan longsor kemudian ditambah dengan intensitas hujan atau yang dirilis oleh BMKG karena ada badai lalina dan ini baru awal puncaknya nanti pada Desember sampai Januari jadi mau nggak mau kita harus siap kesiap siagaan,” kata Teguh.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *