DAS Sungai Lukulo Mulai Kritis, 9 Kecamatan di Wilayah Kebumen Berpotensi Longsor

KEBUMEN – Adanya musibah longsor yang terjadi di RT 3 RW 01 dukuh Bojong kelurahan Panjer pada beberapa waktu lalu, mengakibatkan 5 Kepala Keluarga terpaksa untuk mengungsi. Untuk itu, BPBD Kebumen telah mengundang Badan Vulkanologi dan Bencana Geologi Bandung guna mengkaji kondisi tanah di daerah tersebut.

 

Dari hasil pengakajian sementara, longsor juga disebabkan karna kritisnya Daerah Aliran Sungai atau DAS di sepanjang aliran sungai Lukulo. Sebagai upayanya, BPBD Kebumen juga telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi agar ada penanganan Sungai Lukulo kedepannya.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kebumen, Salam saat ditemui di kantor Bpbd Kebumen, Senin, 16 November 2020. Pihaknya menyampaikan longsor yang terjadi di Pedukuhan Bojong Kelurahan Panjer berawal karna adanya hujan deras. Belum lagi ditambah karna DAS Lukulo memang selalu berpindah pindah.

 

” DAS di sungai lukulo memang selalu berpindah pindah, kalo sebelah timur yang longsor sebelah barat pasti bertambah, tapi kali ini yang longsor berada di sebelah timur,” ungkap Salam.

 

Dijelaskanya, bahwa sebelum kejadian memang ada laporan warga dan beberapa rumah dilaporkan mengalami keretakan. Setelah itu warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Kesehatan Eks Rumah sakit lama, dan beruntung setelah diungsikan, malam harinya terjadi longsor dan 3 rumah dinyatakan rusak parah.

 

” Sebelumnya ada laporan dari pihak desa maupun kecamatan akhirnya team BPBD turun, dan melihat keadaan rumah, dan ternyata sangat membahayakan sehingga penghuni diharuskan untuk mengungsi menempati eks rumah dinas kesehatan rumah sakit lama, setelah diungsikan selesai, malamnya benar benar terjadi longsor,” jelas Salam.

 

Hingga kini, BPBD Kebumen masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan oleh PVMBG Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung beberapa waktu lalu. Dari hasil tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Provinsi agar bisa diputuskan seperti apa penanganan wilayah tersebut.

 

” Sampai hari ini kita masih menunggu hasilnya,” ujar salam.

 

Lebih jauh Salam menyebutkan, bahwa Wilayah Kebumen ada sejumlah titik yang rawan longsor. Terutama di daerah pegunungan dan sepanjang aliran sungai. Diantaranya yakni Kecamatan Ayah, Buayan, Sempor, Karangsambung, Karanganyar, Alian dan padureso, Sadang, Karanggayam dan tebing di sepanjang aliran sungai Telomoyo dan Lukulo.

 

‘’ Semuanya berpotensi longsor. Untuk itu yang harus diwaspadai masyarakat adalah apabila ada tanda tanda rembesan air, dan dari rembesan tersebut air yang keluar keruh, tanda tersebut terjadi biasanya setelah hujan reda,’’imbuhnya./

 

Kepada masyarakat pihaknya berharap agar turut andil dalam menjaga aliran sungai, baik itu sungai Lukulo maupun sungai Telomoyo dan jangan sampai merusak tanggul untuk keperluan pribadi. Terlebih DAS sepanjang aliran sungai kini kondisinya sudah mulai kritis.

 

“Kami mengharap turut menjaga jangan sampai masyarakat merusak tanggul tanggul tersebut karena saya lihat sudah kritis semua,” tegas Salam.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *