Buka Akses Jalan Warga, Pemerintah Desa Grenggeng Bangun Jembatan Gantung

KARANGANYAR  – Setelah 95 tahun kini Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen akhirnya memiliki jembatan gantung untuk akses warga. Jembatan gantung yang berada di atas Kali Kemit ini akan segera bisa digunakan oleh warga sebagai penghubung antar desa dan kecamatan.

 

Jembatan dengan panjang 65 meter dengan lebar 1,8 meter itu menghubungkan Dusun Jrabang dengan Dusun Pancasan desa setempat. Selain itu juga dapat menghubungkan Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong dengan Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar yang memang berbatasan langsung.

 

Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan mengatakan pembangunan jembatan tersebut menghabiskan dana 230 juta rupiah, dimana 182 juta dari Dana Desa dan sisanya 42 juta menggunakan dana dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Sedangakan untuk tenaga pengerjaanya dilakukan secara swadaya oleh warga secara begotong royong dan bergantian dari 10 RW dan 43 RT.

 

“Pembangunan Jembatan ini memakan biaya 230 juta itu diluar tenaga, karena untuk pengerjaanya kita lakukan secara swadaya agar masyarakat bisa berkontribusi dan rasa memiliki adanya jembatan ini bisa terbangun dan tercipta”, Kata Eri Kamis 05 November 2020.

 

Eri menjekaskan sebelum jembatan ini dibangun, warga dusun Jrabang yang hendak ke balai desa atau ke tempat pemakaman harus berputar dan melewati jalan nasional. Untuk itu dirinya merasa pembangunan jembatan ini sangatlah penting untuk mobilisasi warganya.

 

“Sebelum ada jembatan ini waraga RW 10 Dusun Jrabang ini jika hendak ke balai desa, pasar kemit bahkan untuk menuju ke pemakaman saja mereka harus memutar lewat jalan nasional”, imbuhnya

 

Eri pun menyebut beberapa material yang digunakan untuk pembangunan jembatan ini juga merupakan donasi dari luar negeri seperti Swiss dan Argentina yang disalurkan melalui Toni Rutiman sebagai penyalur dan Suntan sebagai tenaga ahli.

 

Dirinya berharap, dengan dibangunya jembatan gantung tersebut komunikasi sosial bisa semaki terjalin dan warga diminta untuk sama-sama saling menjaga dan merawatnya dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.

 

“jembatan dengan dana desa ini diharapkan dapat dijaga dan dirawat masyarakat agar dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama”, pungkasnya.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *