Hujan Deras, 32 Desa di Kebumen Tergenang Banjir, Masyarakat Diminta Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan Covid 19

KEBUMEN – Ditengah pandemi covid 19, 32 desa di Wilayah Kebumen terendam banjir. Hal itu disebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin hingga Selasa (26-27/10/2020). Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi berbagai pihak khususnya pemerintah Kabupaten Kebumen.

 

Seperti terpantau di Desa Madureja Kecamatan Puring dan Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar. Genangan air masuk ke pemukiman warga. Akibatnya, sebagian masyarakat pun terpkasa harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

 

BPBD Kabupaten Kebumen bersama Dinsos PPKB, Anggota Komisi B DPRD Kebumen, Forkopimcam dan tim dari Balai Pemberdayaan Sumberdaya Air (PSDA) Probolo terus melakukan peninjauan dan berkoordinasi untuk penanggulangan bencana tersebut. Peninjauan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19 sesuai anjuran pemerintah.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Salam mengatakan, sebagai upaya penanganan bencana, tim penagananan bencana sejatinya akan menurunkan alat berat untuk perbaikan tanggul yang jebol. Kendati begitu upaya tersebut tersebut terkendalan karna sulitnya akses jalan yang dilalui untuk menuju lokasi ditambah intensitas curah hujan yang masih tinggi. Untuk itu masyarakat diminta  diminta bersama sama melakukan bergotong memasang trucuk dengan mmenggunakan bambu.

 

“Untuk upaya penanganan kami akan segera mengirimkan alat berat untuk perbaikan, akan tetapi semntara waktu warga diharap memasang trucuk menggunakan bambu untuk menambal tanggul”,  Kata Salam.

 

Kepada masyarakat pihaknya menghimbau agar selalu waspada. Terkhusus yang tinggal di seputaran aliran sungai. Apabila ada tanggul yang sudah menglami tanda-tanda kerusakan untuk segera melapor untuk segera ditangani agar banjir serupa tidak terjadi.

 

Selain itu masyarakat juga diminta agar selalu memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Mengingat kondisi sekarang ini pandemi covid 19 belum berlalu dan harus tetap di waspadai.

 

‘’ Jangan sampai musibah banjir ini menambah cluster baru penyebaran covid 19 di Kabupaten Kebumen,’’imbuhnya.

 

Sementara itu, berdasarkan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir melanda desa dan kelurahan pada 7 kecamatan. Adapun etinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga lebih dari satu meter.

 

Seperti di Kecamatan Gombong melanda Kelurahan Gombong, Wonokriyo, Desa Wero, Panjangsari dan Patemon. Kecamatan Buayan melanda Desa Sikayu dan Desa Gandasuli, Kecamatan Puring di Desa Madurejo, Desa Sidobunder dan Desa Sidodadi. Kecamatan Adimulyo di Desa Kemujan, Desa  Adimulyo, Desa  Arjosari, Desa Pekuwon. Kecamatan Karanganyar di Kelurahan Karanganyar, Panjatan, Plarangan, Jatiluhur.

 

Kecamatan Alian melanda Desa Krakal, Desa Kalirancang, Desa Sawangan, Desa Seliling, Desa Surotrunan, dan Desa Bojongsari. Kecamatan Kebumen terparah dengan 8 desa yaitu Desa Klijirek, Desa Bandung, Desa Candimulyo, Desa Sumberadi, Desa Roworejo, Desa Tanahsari, Desa Wonosari juga Desa Jatisari.

 

Selain banjir, juga dilaporkan terjadi tanah longsor di beberapa titik seperti ruas Jalan Karanganyar-Karanggayam. Juga di Desa Kretek Kecamatan Rowokele. Kemudian kejadian longsor paling banyak di Pejagoan yaitu Desa Pejagoan, Desa Jemur, Desa Peniron, Desa Watulawang dan Desa Karangpoh.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *