Ke Kebumen? Yuk Wisata Sejarah Benteng Van Der Wijck

KEBUMEN – Kebumen merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Kota dengan julukan Kota Beriman ini mungkin tidak seterkanal Solo atau Semarang. Namun, jangan salah, kota dengan julukan Beriman ini juga punya wisata-wisata andalan. Salah satunya tempat wisata bersejarah Benteng Van Der Wijck. Penasaran seperti apa? Berikut ulasannya.

Benteng Van Der Wijck berada di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Jarangknya sekitar 20 km dari pusat Kota Kebumen. Letak benteng sangat strategis, hanya sekitar 300 m dari jalur utama Yogyakarta-Purwokerto. Benteng ini dibangun atas prakarsa Jenderal Van den Bosch pada tahun 1818. Bentang Van Der Wijck merupakan salah satu andalan wisata bersejarah di Kota Kebumen. Benteng peninggalan Belanda ini memiliki luas 3.606.625 m2 dengan tinggi 9.67 m. Belanda membangun benteng di wilayah Kebumen dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan sekaligus mempersempit ruang gerak musuh. Bangunan-bangunan yang ada di sekitar benteng sekitar benteng dulunya merupakan barak militer yang digunakan untuk meredam kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro.

Harga tiket masuk Benteng Van Der Wijck cukup terjangkau. Dengan Rp 25.000 saja, Anda sudah bisa mengelilingi bangunan bersejarah ini. Tiket masuk sudah termasuk tiket kereta dan water park. Sekedar informasibenteng Van Der Wijck menjadi lokasi shooting video klip Slank yang berjudul “Punya Cinta”. Selain itu, benteng ini juga menjadi lokasi shooting film The Raid 2: Berandal.

Benteng Van Der Wijck ini berbentuk segi delapan dengan luas permukaan 7.168 m2 dan tebal dinding 1.4 m. Banteng ini terdiri atas dua lantai. Ada 4 pintu masuk di lantai satu, 16 kamar berukuran besar, 72 jendela, 63 pintu penghubung dan pintu keluar, serta 8 tangga yang menuju lantai dua. Pada lantai dua Benteng Van Der Wijck, terdapat 70 pintu penghubung, 84 jendela, dan 16 kamar berukuran besar.

Pada tahun 1856, bentang yang dulunya bernama Fort Conchius ini berubah menjadi Pupillenschool (Sekolah Taruna Militer) khusus anak-anak Eropa yang lahir di Hindia Belanda (Indonesia). Setelah itu, nama benteng yang semula Fort Cochius diganti menjadi Van Der Wijck. Penggantian nama benteng adalah sebagai bentuk penghormatan dari pemerintah Belanda kepada Van Der Wijck atas jasanya dalam bidang kemiliteran.

Benteng yang menjadi wisata sejarah ini memiliki banyak spot-spot foto yang bagus. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati wahana bermain untuk anak-anak diantaranya kolam renang, taman bermain, dan bola air. Di benteng ini, pengunjung juga dapat menikmati keliling benteng menggunakan kereta mini. Tidak hanya kereta untuk mengelilingi kompleks dalam benteng, di Van Der Wijck pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari atas benteng dengan wahana kereta yang berada di lantai dua.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *