Keluarga TKI yang Ditahan di Malaysia Tuntut PJTKI Bertanggung Jawab

KEBUMEN – Belum kembalinya 32 TKI asal Kebumen atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini tengah ditahan oleh pihak Imigrasi Malaysia sejak 15 Januari 2018, membuat anggota keluarga geram. Mereka pun akhirnya mendatangi Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disnakerkop UKM). Dalam kesempatan itu para anggota keluarga pun menuntut PJTKI untuk memulangkan PMI. Jika akhir Maret ini, PMI terkait belum sampai ke tanah air, anggota keluarga meminta untuk difasilitasi oleh PJTKI ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Pertemuan di Disnakerkop UKM dihadiri oleh Direktur Utama PT Dian Yogya Perdana Darsum, Kepala Disnaker KUKM Kebumen Dwi Suliyanto SSos MSi dan Kabid Pentatrans Sigit Basuki. Selain itu, jajaran Unit Reskrim Polres Kebumen yang dipimpin Ipda Supriyo juga turut serta dalam pertemuan yang digelar di Aula Disnakerkop UKM Kebumen.

Nikmatun Zuhriyah, salah satu orangtua PMI,  mengaku miris ketika barang-barang milik anaknya telah sampai di Kebumen, namun belum ada kejelasan tentang nasib anaknya. Pihaknya menuntut agar PJTKI penyalur dapat mengembalikan anaknya dalam keadaan sehat. “Jika akhir Maret belum pulang, kami minta PT Dian memfasilitasi keluarga ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur PT Dian Yogya Perdana Darsum menjelaskan, para PMI saat ditahan didenda 300 Ringgit Malaysia yang dibayarkan majikannya. Para PMI belum dapat pulang karena akan diminta keterangan sebagai saksi oleh Jaksa terkait perkara tersebut. Darsum menegaskan, hak-hak TKI akan diberikan seluruhnya. “Semua hak-hak TKI akan diberikan seperti gaji dan barang-barang milik TKI. Saat ini kami masih menunggu proses hukum di Malaysia,” ucapnya.

Penangkapan terhadap Para PMI tersebut karena persoalan keimigrasian yang dilanggar saat bekerja di Kilang (pabrik) Dominant Semiconductor di Melaka.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *